BERMAIN POKER

Cara Bermain Poker Super Ten Domino Kiu QQ Ceme Capsa Susun

Pemain Poker Online Profesional Gugat PokerStars

Pemain poker profesional Gordon Vayo yang juga merupakan runner World Series of Poker (WSOP) 2016 mengatakan bahwa dirinya telah dicurangi oleh PokerStars. Vayo telah melayangkan gugatan kepada pengadilan terhadap bandar poker online ternama ini, menurutnya PokerStars telah berusaha menghalang-halangi dirinya untuk menarik dana chip sebesar 700.000 dollars.

Vayo menyatakan bahwa dirinya mengumpulkan chips hingga banyak dari memenangi turnamen poker online sepanjang bulan Mei ini. Menurut pemain berkebangsaan Amerika Serikat ini PokerStars telah melakukan pengecekan atau investigasi palsu kepada semua pemain berkewarganegaraan Amerika yang memiliki chips lumayan banyak di dalam akun mereka. Perusahaan asal Kanada ini diklaim selalu berusaha mencegah para pemainnya menarik dana dalam jumlah besar.

“Mereka mengincar para member dari Amerika Serikat yang memiliki banyak chip di dalam akunnya, tergugat melakukan investigasi palsu terhadap aktivitas para pemain dan melacak semua lokasi dari para pemain saat melakukan transaksi. Jika diketahui pemain berasal dari Amerika Serikat maka mereka akan melakukan semua hal untuk mencegah penarikan dana. Tergugat mengambil keuntungan dari para pemain dengan cara yang tidak baik dan mencegah member mengambil kemenangannya.”

Dalam kesempatan berbeda Vayo mengakui bahwa dirinya menggunakan virtual private network (VPN) namun dia mengatakan bahwa dirinya melakukan hal itu tidak berhubungan dengan PokerStars. Di lain pihak situs bandar poker ini menolak pengakuan Vayo yang menyatakan dirinya menggunakan VPN untuk mengakses situs lain.

Sesuai dengan dokumen yang ada di pengadilan Gordon Vayo pernah menetap sebagai pekerja paruh waktu di Ottawa Kanada untuk bisa bermain di PokerStars. Selanjutnya dia diterima untuk menjadi member meskipun belum menjadi penduduk tetap di Kanada. Semuanya berjalan lancar selama beberapa tahun tetapi pada bulan Mei 2017 ketika dirinya menjuarai turnamen SCOOP dengan hadiah 700.000 dollar, dia tetap menyimpan chips itu dan bermain biasa selama 2 bulan.

Akan tetapi seperti yang dijelaskan dalam dokumen pengadilan, ketika dirinya ingin mencairkan dana tersebut pada 25 Juli 2017, PokerStars membekukan akunnya dan meminta bukti bahwa Vayo berada di Kanada saat dirinya bermain turnamen sebelumnya. Seperti diketahui penduduk Amerika Serikat dilarang mengikuti turnamen poker online tersebut setelah kejadian Black Friday kala itu. Vayo sendiri mengakui bahwa dirinya berada di Kanada dan menggunakan aplikasi VPN untuk mengakses situs lain.

PokerStars memiliki lisensi beroperasi di wilayah New Jersey tetapi para pemain dari kota ini tidak bisa berkompetisi dengan pemain luar. Perusahaan game online ini merupakan bandar poker online  terbesar di dunia dan diyakini menguasai hingga 70% pasar di seluruh dunia. Vayo menuduh PokerStars memiliki motif khusus untuk tidak mencairkan uangnya agar dirinya tetap terus bermain dan menyimpan dananya di akun.

“Tergugat secara tiba-tiba memberitahukan bahwa akun Gordon Vayo dibekukan dan tidak bisa dibuka untuk dilakukan investigasi. Proses penyelidikan yang disinyalir palsu ini berjalan hingga satu tahun dan tidak jelas, Vayo diminta membuktikan secara aktif keberadaannya, kemudian akun teman-temannya juga diperika. Semua hal ini dianggap hanya alibi dari PokerStars untuk tidak membayar kemenangan yang didapatkan oleh Vayo.”

Bulan lalu PokerStars memberitahukan kepada Gordon Vayo bahwa investigasi telah selesai dan dirinya tidak akan mendapatkan uang kemenangan tersebut. Hal ini yang membuat Gordon akhirnya menempuh jalur hukum karena sampai sekarang bahkan situs itu sebenarnya masih memasang namanya sebagai pemenang turnamen SCOOP dan dianggap mendapatkan banyak manfaat dari namanya. Oleh karena itu pemain poker profesional ini menginginkan sang bandar poker online untuk membayar kemenangannya ditambah kerugian inmateriil serta biaya hukum yang dia keluarkan.

BERMAIN POKER © 2016 Bandar Poker Online